Sabtu, 11 Januari 2014

Remaja Ceria

Galau? No Way!



Wajar saja jika seorang remaja itu GALAU. Katanya sih kalau anak remaja gak galau itu enggak afdol lah, enggak lengkap kehidupan SMA nya lah, dll. Tapi, galau tuh sebenernya apa sih?

Kalau menurut pandangan saya (ceilah) GALAU itu adalah suatu kondisi dimana kita tidak bisa berpikir jernih dan terkungkung dalam sebuah ketakutan yang sebenernya gak perlu ditakutkan dan inti dari rasa galau adalah pudarnya semangat dan cita-cita menghadapi hari esok.

Ih, kok lebay amat?

Ya emang lebay. Galau itu emang lebay. Saya juga pernah galau, dan sadar bahwa galau itu lebay..

Nah itu tau kalo galau itu lebay, lantas kenapa anda juga galau?

Galau itu sebenarnya dirasa perlu untuk anda rasakan, agar anda bisa lebih menghargai arti sebuah kehidupan, anda lebih hati-hati dalam memilih, dalam bersikap maupun dalam berpikir.

Gimana sih katanya tadi GALAU ITU LEBAY?

Iya, galau itu lebay. Tapi tergantung kadar dan intensitas galau! Kalau kamu sedikit-sedikit galau, dikit-dikit gak doyan makan. Nah itu LEBAY Cetar Membahana Badai! Contohnya saja seperti musim-musim pendaftaran SNMPTN 2014 nih. Hampir semua anak kelas XII diseluruh penjuru nusantara update status di Facebook maupun Twitter “ADUH AKU GALAU NIHH…” atau “ADUH AKU TAKUT GAK DITERIMA NIHH..” atau “ADUH GIMANAAAAA INI AKU TAKUT GAK LOLOS.” dan masih banyak bentuk status yang aneh-aneh seputar kegaulauan anak-anak kelas XII.

Yap, diriku pun sekarang sedang duduk dibangku kelas akhir di SMA alias kelas senior alias kelas DUABELAS. Saya pun juga merasakan betapa galaunya memilih jurusan di SNMPTN 2014 ini. Mereka atau banyak orang bilang begini (saya sampai bingung sebenarnya orang ini berusaha membangun saya atau malah menjatuhkan saya)

“Jangan berpikir terlalu IDEALIS. Lihatlah REALITA. Pilihlah jurusan yang sekiranya kamu berpeluang untuk diterima. Lihatlah prospek kerjanya.”

Saya sempat drop karena kata-kata itu. Lantas saya melihat nilai rapor saya. Alamak… Pas-pasan sekali, cemerlang tidak, butek iya. Lalu saya mulai berpikir begini:

SAYA HIDUP ITU DIDASARI OLEH MIMPI. SAYA AKAN BANGUN MEMBUATNYA MENJADI KENYATAAN!

Lantas ada lagi yang bilang “HAH EMANG KAMU YAKIN BISA DITERIMA DISANA?”

Lalu saya jawab lagi dengan nada sedikit meninggi “APAKAH KITA AKAN TAHU HASILNYA JIKA KITA TIDAK MENCOBA? HANYA SEKEDAR MENCOBA, TIDAK SULIT KAN?”

Lalu saya beranjak pergi. Saya menangis. Saya benar-benar galau saat itu. Ya saya merasa diri saya sangat payah, saya sangat lemah dan pengecut. Saya merasa terpuruk saat itu, tidak ada sahabat yang bisa menghibur saya dan musik pun terdengar tidak senikmat biasanya.

Akhirnya malam itu saya bermeditasi, berusaha menenangkan pikiran saya. Tapi saya tidak bisa. Ah sial. Lalu saya berusaha untuk menguhubungi Tuhan, saya curahkan semua ke galauan saya padaNya.

Lalu saya pun online twitter. Sepertinya Tuhan menjawab segala doa saya malam itu. Malam itu saat online saya menemukan sebuah quote yang sangat apik,

“1 SAMPAI 2 TAHUN LAGI KAMU AKAN MENYESAL DENGAN APA YANG KAU LAKUKAN SAAT INI. TAPI 1 ATAU 2 TAHUN LAGI KAMU AKAN SANGAT MENYESAL KARENA TIDAK MENCOBA MEMILIHNYA DAHULU.”

JLEB! Ini..Keren..Sekali..

Saya langsung berbinar saat membaca quote ini. Dan saya mulai sadar bahwa,

Galau itu perlu untuk refleksi diri dan introspeksi diri lalu kita bangkit kembali untuk menata mimpi baru kita. Masih galau? SEBAIKNYA ANDA BERBENAH.

Dan ubahlah makna GALAU MENJADI “GOD ALWAYS LISTENING ALWAYS UNDERSTANDING.”. Yang terjadi terjadilah…

0 komentar:

Posting Komentar